Pendidikan merupakan tiket untuk masa depan. Hari esok untuk orang-orang yang telah mempersiapkan dirinya hari ini | Agama tanpa ilmu pengetahuan adalah buta. Dan ilmu pengetahuan tanpa agama adalah lumpuh | Hiduplah seakan-akan kau akan mati besok. Belajarlah seakan-akan kau akan hidup selamanya

Santri MTs Alif Laam Miim Surabaya Kembali Berkarya, An Najmus Tsaqib Rochma Terbitkan Novel Keempat Berjudul SETUNGGAL WENGI

Surabaya – Alhamdulillah, prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh santri MTs Alif Laam Miim Surabaya. Salah satu peserta didik kelas IX-B, An Najmus Tsaqib Rochma, berhasil menyelesaikan dan menerbitkan sebuah novel berjudul “SETUNGGAL WENGI”. Karya ini menjadi bukti bahwa santri tidak hanya mampu berprestasi dalam bidang akademik dan keagamaan, tetapi juga mampu berkarya melalui dunia literasi dan kepenulisan.


Menariknya, proses penulisan novel ini dilakukan dengan penuh kesungguhan dan ketekunan. An Najmus Tsaqib Rochma memulai karyanya dengan menuliskan ide, alur cerita, serta dialog tokoh secara manual di buku catatan pribadinya. Di sela-sela waktu senggang, ia terus merapikan dan mengembangkan jalan cerita hingga menjadi sebuah naskah yang utuh.

Setelah naskah selesai ditulis tangan, ia secara rutin mengunjungi Laboratorium Komputer MTs Alif Laam Miim Surabaya untuk mengetik dan mengubah tulisannya ke dalam format digital. Hampir setiap hari, setelah kegiatan pembelajaran akademik berakhir, ia meluangkan waktunya untuk datang ke laboratorium komputer dan melanjutkan proses pengetikan naskah. Ketelatenan tersebut akhirnya membuahkan hasil hingga lahirlah novel SETUNGGAL WENGI.

Novel bergenre misteri dan horor ini mengisahkan petualangan Ayu dan teman-temannya yang harus menghadapi berbagai kejadian ganjil setelah kedatangan seorang murid baru bernama Dhimas Adichandra. Bermula dari tugas sekolah yang dikerjakan di rumah Dhimas, mereka justru terjebak dalam serangkaian peristiwa misterius yang mengancam keselamatan jiwa mereka. Ayu harus berjuang menyelamatkan jiwa asli Dhimas yang terperangkap di dimensi lain akibat rencana tumbal yang dilakukan oleh ibunya sendiri. Berbagai teka-teki, gangguan supranatural, hingga permainan licik sang iblis menjadi tantangan yang harus mereka hadapi dalam cerita yang penuh ketegangan tersebut.

Keberhasilan menerbitkan SETUNGGAL WENGI bukanlah pencapaian pertama bagi An Najmus Tsaqib Rochma. Novel ini merupakan karya keempat yang berhasil ia selesaikan. Prestasi tersebut menunjukkan konsistensi dan kecintaannya terhadap dunia literasi sejak usia muda. Semangat berkarya yang dimiliki An Najmus menjadi inspirasi bagi seluruh santri untuk terus mengembangkan potensi dan bakat yang dimiliki.










MTs Alif Laam Miim Surabaya senantiasa mendukung tumbuhnya budaya literasi di lingkungan pesantren. Melalui berbagai fasilitas dan dukungan yang tersedia, para santri didorong untuk menyalurkan ide, kreativitas, serta kemampuan menulis mereka menjadi karya yang bermanfaat.

Semoga lahirnya novel SETUNGGAL WENGI menjadi motivasi bagi santri lainnya untuk berani menulis, berkarya, dan memberikan kontribusi positif melalui pena. Karena dari lingkungan pesantren pun, lahir generasi penulis yang mampu menginspirasi banyak orang melalui karya-karya terbaiknya.

WhatsApp
Punya Pertanyaan Tentang MTs ? Chat WhatsApp Kami
Assalamu`alaikum, Ada Yang bisa Kami Bantu ? ...
Klik untuk memulai chat...